Senin, 27 Juni 2011


Syaikhu wa Mursyid Al Habib Rais Ridjaly bin Hasjim Bin Thahir Ar Baabul Qabdli

 Al Habib Rais Ridjaly bin Hasjim Bin Thahir Ar Baabul Qabdli

Habîb Raîs diahirkan hari Kamis, 11 Agustus 1960, pukul 15.30 WIT, di Daerah Batu Merah, Ambon Maluku, Indonesia. Masa pendidikan formalnya dilalui sejak 1964–1987.

Semasa kecil selalu membaca buku–buku yang membahas tentang Filsafat. Sehingga pada usia 7 tahun, Habîb Raîs telah membaca buku filsafat, “Alam Pikiran Yunani“, sebanyak 20 jilid, dan pada usia tersebut, Habîb Raîs diberikan pendidikan oleh orang tuanya sendiri melalui metode ceritera tentang Abû Nawâs (Mansyûr bin Mu h ammad) yang hidup pada jaman Sulthân Hârûn al-Rasyîd, di Bagdad. Habîb Raîs, pada masa itu, telah menghafal ± 100 judul ceritera tentang kecerdikan Abu Nawas tersebut.

Selasa, 21 Juni 2011

Minangkabau-Negeri Sembilan




Nyato adat diateh tumbuh
Nyato pusako Bainggiran
Sakato tubuah jo Nyawo
Limbago sipati mananti
Undang maisi kandak
Di lua sakik jo mati
Dek alun tak buliah tidak
Nan luruih baturuik juo
Tibo disako dipusakoi
Sang sako pakai mamakai
baitu adat Maha mulia


Penyebaran Penduduk dan perkembangan kebudayaan Minangkabau, menurut tambo yang sesuai dengan suriah landar yang dapat dilihat, bermula dari Pariangan Padang panjang yang menjadi tampuak Alam Minangkabau.
Berkembang ke Bungo satangkai dengan langgam nan tujuah, Limo kaum Duo baleh Koto sambilan Kota didalam, Lubuak nan tigo tanjuang nan tigo, Limo koto Balai tangah lalu ke sijunjung Koto Tujuah.
Formasi PNS Dikaji, Boleh Pakai Outsourcing?
Selasa, 21 Juni 2011, 12:58 WIB


VIVAnews - Pemerintah akan mereformasi kepegawaian akibat besarnya anggaran yang harus ditanggung untuk membiayai gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Salah satunya adalah meniru model swasta seperti menggunakan sistem outsourcing untuk tugas rumah tangga.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, jika kinerja pegawai tidak memenuhi kapasitas, bisa dimungkinkan dilakukan pemberhentian dengan cara yang baik. "Itu termasuk juga outsourcing untuk kegiatan yang tidak memerlukan PNS seperti petugas kebersihan. Itu lebih efisien," kata Anny di Jakarta.

Untuk komposisi PNS, menurut dia, penerimaan di pusat dilakukan dengan sistem 'zero growth' yaitu hanya merekrut PNS untuk menggantikan masa pensiun dan meninggal dunia. Hal ini semestinya juga dilakukan di daerah.

"Harusnya daerah juga melihat betul kepentingannya, dan proses rekruitmen harus untuk orang yang benar-benar sesuai kapasitas," ujarnya.

Senin, 20 Juni 2011

Stasiun Radio PDRI
Oleh: HARMA ZALDI *

Ranah minang menyimpan sepenggal sejarah yang ditoreh oleh para tokoh nasional. Sejarah perjuangan mempertahan kan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Sejarah yang sempat terkubur dan hampir terlupakan oleh generasi bangsa ini. Penggalan sejarah itu terjadi pada bulan Desember 1948.

Saat itu Belanda melakukan Agresi Meliter kedua. Ibukota yang berkedudukan di Yogyakarta berhasil mereka rebut. Presiden dan Wakil Presiden, Sukarno Hatta ditawan, pemerintahanpun lumpuh.

Beruntung NKRI masih bisa dipertahankan. Inisiatif dari beberapa tokoh muslim dari Sumatera Barat mengambil alih pemerintah sekaligus penguasaan Negara dengan membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ketua dan Wakil Ketua PDRI adalah Sjafruddin Prawira Negara dan Sutan Mohammad Rasyid. PDRI diporklamirakan di Bukittinggi pada tanggal 19 Desember 1848.

Menangkan “Peperangan” Menjelang Fajar
Yusron Aminulloh

TIGA bulan ini oleh karena sebuah amanah pekerjaan, saya sering berada di sebuh Guest House di daerah Jakara Selatan . Tidak jauh dari situ, berdiri sebuah apartemen yang sebagaian besar adalah warga Korea yang bekerja di berbagai perusahaan PMA di Jakarta. Meskipun masih banyak juga warga negera Indonesia sendiri.


Yang ingin saya tulis dalam catatan ini bukan soal politik kaitannya dominasi orang Asing diberbagai perusahaan di Indonesia, melainkan perilaku harian yang saya perhatikan tiap harinya. Sesuatu yang sepele, tetapi tidak ada salahnya kita maknai. Kebetulan kantor saya hanya berjalan 5 menit sudah sampai, maka di pagi hari masih bisa santai sambil nulis-nulis. Karena kalau pagi antara pk. 05.00 - 07.00, saya saksikan puluhan mobil sudah mulai meninggalkan apartemen. Dan yang menarik,gelombang mobil yang berangkat, ternyata juga menunjukkan karakteristik.
Depdagri akan “Menggerebek” Bintek oleh EO/Swasta?

Ada kabar yang cukup mengejutkan beredar dalam beberapa hari ini: Departemen Dalam Negeri (Depdagri) akan “menggerebek” pelatihan, bimbingan teknis (Bintek), workshop, sosialisasi, atau kegiatan dengan nama lain, yang mengundang PNS atau anggota DPRD sebagai peserta yang diselenggarakan oleh event organizer (EO) swasta. Kabarnya lagi, bagi EO yang tidak memiliki surat keterangan terdaftar (SKT) yang dikeluarkan Depdagri, maka bersiap-siap untuk dipidanakan.
Berita ini tentu sangat mengagetkan, terutama bagi penyelenggara dan pembicara (instruktur, widyaiswara, pemateri) yang selama ini “membantu” Pemda dalam memahami berbagai peraturan perundangan terkait pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan di Daerah. Ada apa sebenarnya di balik tindakan Depdagri ini? Apakah karena memang ada EO yang menyelenggarakan bintek, workshop, atau sosialisasi fiktif? Apakah ini artinya Depdagri ini berbuat lebih baik atau justru karena ada alasan lain, misalnya cemburu?
Makna Bintek, Sosialisasi, Workshop bagi Pemda dan DPRD
Tauladannya Sebening Cahaya
Oleh: Yusron Aminulloh


MANUSIA itu sudah diberi sejumlah panduan lengkap untuk hidup. Apalagi yang mengaku Islam. Al Qut”an dan Al Hadist sudah begitu memberi pedoman utuh. Tetapi untuk mau menjalankannya, adalah tidak gampang. Karena setiap orang disibukkan oleh urusan dunia dengan segala macam problem dan aturannya yang “sering” mengalahkan kemanusiaan kita.
Termasuk diri saya yang penuh kelemahan ini. Maka, saya dan mungkin banyak orang lain, merasa perlu membaca perilaku orang, tauladan dan contoh kongkrit sebagai salah satu pedoman dan contoh kehidupan. Belajar dari kehidupan, rasanya seperti membaca ribuan lembar ilmu dalam berbagai buku.